[PO Kaos Capung IDS]

Dukung wakil Indonesia dalam keikutsertaan sebagai “pemakalah” di International Congress of Odonatology pada 15-20 July 2017 di Clare Collage, Cambridge, UK.
Dengan memiliki kaos ini adalah suatu bentuk keterlibatan teman-teman dalam usahanya memajukan, mengenali, memiliki dan memperkenalkan pengetahuan kekayaan hayati Capung Indonesia kepada masyarakat dunia.
Salam Capung Teman Kita.

Kontak pemesanan : 085729133999 (wa/sms)

Nb:sablon timbul, bisa pesan semua ukuran panjang atau pendek.

Hinggap di Biofest Diversity Sentrum 2017

“Kalau Capung punah terus dampaknya ke lingkungan dan manusia apa kak ??” tanya Joko dari MAN 1 Jogjakarta. “Kak, Bagaimana cara menjaga capung ??” dan pertanyaan-pertanyaan lain ketika kami (Indonesia Dragonfly Society) mempresentasikan keadaan dan penelitian capung indonesia di Biofest Diversity Sentrum 2017.

Biofest Diversity Sentrum merupakan puncak acara dari Pekan Raya Biologi 2017 yang diselengarakan oleh Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga, termasuk kegiatan terbesar tahunan sejak 4 tahun silam. “Kegiatan ini  merupakan acara tahunan yang banyak kegiatan didalam nya. diantaranya Pengabdian Masyarakat, Futsal Competition, Donor Darah dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini ialah ingin berbagi pada masyarakat apa yang mereka dapatkan selama ini di bangku perkuliahan, ingin memperkenalkan Jurusan Biologi UIN Sunan Kalijaga ke khalayak ramai ” ungkap Alvin sebagai salah satu Panitia Acara.

puncak Pekan Raya Biologi pada tanggal  15 – 16 Maret 2017 dengan tema Lestarikan Biodiversitas tersebut menampilkan Keanekaragaman hayati dengan adanya stand stand organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di lingkungan hidup dan sesi talkshow tentang keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup diantaranya Silvagama, Ks Biodiversitas, Biolaska UIN, Ks Kepak Sayap, Ks Biologi UAJY, Pusat Studi Lingkungan USD, WWF, Yayasan Kutilang, Kanopi Indonesia, BKSDA dan Indonesia Dragonfly Society (IDS).

IDS memaparkan kabar-kabar dan penelitian capung di indonesia, terutama dengan kepastian jumlah spesies capung di indonesia. Berbagai buku-buku capung yang berada di indonesia tidak memaparkan secara pasti jumlah jenis capung di indonesia. Kami sedang melacak secara pasti keberadaan jumlah jenis capung bersama teman teman penggiat capung di berbagai daerah.

IDS juga memaparkan bagaimana capung dapat menginspirasi seni seperti berada di batik, patung, lagu dan puisi, serta dapat digunakan sebagai acuan kehidupan manusia seperti kesetiaan yang di peragakan oleh kesetiaan capung dalam perlingdungan capung betina yang akan meletakkan telur. IDS  lebih banyak menjelaskan peran capung bagi kelestarian lingkungan guna mengajak peserta untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan agar lingkungan tetap bersih dan capung dapat bertahan hidup dengan baik.

Buku Capung Sumba

Kehadiran hutan tropis, disisi lain, juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi siklus hidrologi di Pulau Sumba. Pentingnya hutan tropis di berbagai daerah karst telah dikaji dalam berbagai studi (Chandler, 2006; Tuyet, 2001). Vegetasi pohon pada ekosistem karst memberikan beberapa keuntungan secara hidrologis, salah satunya adalah menunjang terbentuknya lubang pori pada permukaan tanah yang sering disebut dengan istilah makropora. Sistem perakaran vegetasi hutan pada ekosistem karst dapat meningkatkan porositas tanah dan batuan kapur sehingga memungkinkan air untuk meresap melalui celah batuan, serta menunjang pengisian air di dalam ruang-ruang di bawah permukaan tanah. Kerusakan tutupan vegetasi hutan pada hamparan karst, oleh karenanya dapat memberikan dampak negatif yakni berkurangnya ketersediaan dan kualitas air tanah, yang diakibatkan oleh tertutupnya makropora dan sedimentasi. Deforestasi, pembakaran dan kerusakan hutan alam pada ekosistem karst telah sejak lama dipercaya dapat memicu timbulnya berbagai bencana seperti erosi, kelangkaan air, banjir, pergerakan batuan, hingga kekeringan dan perubahan karst akuifer (Tuyet, 2001). Berbeda halnya dengan ekosistem lain, para ahli percaya bahwa ekosistem karst bersifat rentan atau relatif tidak dapat dipulihkan dari kerusakan. Hutan di pulau Sumba, telah mengalami degradasi sehingga menyisakan kantong-kantong kecil hutan yang terpisah antara satu dengan yang lainnya. Dengan kondisi pulau ini yang berupa ekosistem karst, maka sah-sah saja ketika kita berandai-andai bahwa air dapat menjadi isu yang lebih serius lagi pada masa mendatang jika kita tidak berbuat. Berbuat untuk menjaga hutan di pulau indah nan elok di bagian timur Indonesia ini.

Telah Hadir Buku Capung Sumba untuk menambah pengetahuan kekayaan capung di daratan Nusa tenggara Taman Nasional Laiwangi Manggaweti satu demi satu cicilan keanekaragaman capung Indonesia.
Mari kIta rengkuh Kekayaan Capung Indonesia